Sabtu, 20 Desember 2014

hambatan/masalah dalam komunikasi pembangunan


KATA PENGANTAR
Alhamdulillah, puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan nikmatnya sehingga makalah pengantar ilmu politik, tentang “hambatan/masalah dalam komunikasi pembangunan” bisa terselesaikan sesuai waktu yang telah ditentukan.
Sholawat serta salam semoga selalu tercurahkan kepada Nabi Muhammad SAW, keluarganya, sahabat-sahabatnya, serta seluruh pengikutnya. Disusunnya makalah ini dengan maksud agar kita bisa memahami  dan mengetahui tentang teori-teori politik,Tak lupa kami ucapkan banyak terima kasih kepada dosen pembimbing yang telah memberikan kami kesempatan untuk menyelesaikan penulisan makalah ini. Akan tetapi kami harap agar pembaca bisa memaklumi kekurangan-kekurangan dalam penulisan makalah kami, atas dasar itu kritik dan saran kami harapkan dari pembaca demi kesempurnaan makalah yang kami buat ini dan lebih bermanfaat bagi kita semua. Amin…

Penulis, 23 Mei 2014






DAFTAR ISI   

Kata Pengantar ...................................................................................................................
Daftar Isi...............................................................................................................................
BAB I : PENDAHULUAN ................................................................................................
A.    Latar Belakang ..........................................................................................................
B.     Rumusan Masalah......................................................................................................
C.     Tujuan Masalah .........................................................................................................
BAB II : PEMBAHASAN .................................................................................................
A.    Aspek internal dalam komunikasi  pembangunan .....................................................
B.     Aspek exsternal (negara,politik,ekonomi,sosial,dll)...................................................
BAB III : PENUTUP .........................................................................................................
A.    Kesimpulan ...............................................................................................................
DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................................                                     ...............................................................................................................................................            



BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Masyarakat yang terbelakang masih sangat tradisional sekali. Mereka masih terikat dengan nilai-nilai asli dan juga masih memiliki kerinduan untuk memelihara nilai-nilai tersebut. Biasanya selalu dikaitkan dengan kebudayaan atau adat istiadat lokal. Dalam masyarakat yang tradsional tidak memberikan peluang cukup untuk terjadinya perubahan-perubahan serta tumbuhnya kekuatan-kekuatan pembaharuan dalam masyarakat. Yang menyebabkan hal tersebut sangat kompleks sekali, seperti: kolonialisme dan feodalisme. Kondisi keterbelakangan juga dapat dilihat dari bidang ekonomi dan pendidikan. Penyebab utama untuk hal ini adalah adanya keterbatasan yang amat parah dalam pendapatan, modal dan ketrampilan. Hal tersebut juga menyebabkan kemiskinan masyarakat yang berkepanjangan.
Di Indonesia, hal itu disebabkan karena penyebaran penduduk yang tidak merata dan tingkat urbanisasi yang sangat tinggi. Tingkat pendapatan buruh tani di pedesaan yang sangat rendah dan upah buruh di masyarakat industri yang belum mencapai UMR. Gulungtikarnya perusahaan-perusahaan besar telah menyebabkan angka pengangguran yang sangat tinggi. Ditambah lagi dengan oportunisme di kalangan elit politik, telah menyebabkan ketidak stabilan di bidang politik. Hal-hal ini telah menyebabkan terpuruknya ekonomi rakyat dan mempercepat pemerataan kemiskinan masyarakat Indonesia. Untuk perubahan sosial-ekonomi dibutuhkan aparatur negara yang bersih dan pendidikan masyarakat yang memadai.
Pembangunan mempunyai pengertian dinamis, maka tidak boleh dilihat dari konsep yang statis. Pembangunan juga mengandung orientasi dan kegiatan yang tanpa akhir.
Proses pembangunan merupakan suatu perubahan sosial budaya. Pembangunan menunjukkan terjadinya suatu proses maju berdasarkan kekuatan sendiri, tergantung kepada manusia dan struktur sosialnya. Pembangunan tidak bersifat top-down, tetapi tergantung dengan “innerwill”, proses emansipasi diri. Dengan demikian, partisipasi aktif dan kreatif dalam proses pembangunan hanya mungkin bila terjadi karena proses pendewasaan.
Kecendrungan globalisasi dan regionalisasi membawa sekaligus tantangan dan peluang baru bagi proses pembangunan di Indonesia. Dalam era seperti ini, kondisi persaingan antar pelaku ekonomi (badan usaha dan/atau negara) akan semakin tajam. Dalam kondisi persaingan yang sangat tajam ini, tiap pelaku ekonomi (tanpa kecuali) dituntut menerapkan dan mengimplementasikan secara efisien dan efektif strategi bersaing yang tepat (Kuncoro, 2004). Dalam konteksi inilah diperlukan ”strategi berperang” modern untuk memenangkan persaingan dalam lingkungan hiperkompetitif diperlukan tiga hal (D’Aveni, 1995), pertama, visi terhadap perubahan dan gangguan. Kedua, kapabilitas, dengan mempertahankan dan mengembangkan kapasitas yang fleksibel dan cepat merespon setiap perubahan. Ketiga, taktik yang mempengaruhi arah dan gerakan pesaing.

B.     Rumusan Masalah
a.       Aspek internal yang terlibat dalam komunikasi  pembangunan
b.      Aspek exsternal (negara,politik,ekonomi,sosial,dll)
C.    TUJUAN
Dengan terbuatnya makalah ini kita dapat mengetahui hambatan-hambatan dalam pembangunan,tidak hanya itu kita dapat mengetahui aspek-aspek apa saja yang terlibat dalam komunikasi pembangunan tersebut.






BAB II
PEMBAHASAN

A.    Aspek internal yang terlibat dalam komunikasi  pembangunan
Internal factor (faktor dalam) adalah faktor-faktor yang berasal dari dalam masyarakat itu yang menyebabkan timbulnya perubahan pada masyarakat itu sendiri baik secara individu, kelompok ataupun organisasi. Berikut ini sebab-sebab perubahan sosial yang bersumber dari dalam masyarakat (sebab intern).
1.      Dinamika penduduk, yaitu pertambahan dan penurunan jumlah penduduk. Pertambahan penduduk yang sangat cepat akan mengakibatkan perubahan dalam struktur masyarakat, khususnya dalam lembaga kemasyarakatannya. Salah satu contohnya disini adalah orang akan mengenal hak milik atas tanah, mengenal system bagi hasil, dan yang lainnya, dimana sebelumnya tidak pernah mengenal. Sedangkan berkurangnya jumlah penduduk akan berakibat terjadinya kekosongan baik dalam pembagian kerja, maupun stratifikasi social, hal tersebut akan mempengaruhi lembaga-lembaga kemasyarakatan yang ada.
2.      Adanya penemuan-penemuan baru yang berkembang di masyarakat, baik penemuan yang bersifat baru (discovery) ataupun penemuan baru yang bersifat menyempurnakan dari bentuk penemuan lama (invention). Suatu proses social dan kebudayaan yang besar, tetapi terjadi dalam jangka waktu yang tidak terlalu lama disebut dengan inovasi. Proses tersebut meliputi suatu penemuan baru, jalannya unsur kebudayaanbaru yang tersebar ke lain-lain bagian masyarakat, dan cara-cara unsure kebudayaan baru tadi diterima, dipelajari dan akhirnya dipakai dalam masyarakat yang bersangkutan. Penemuan baru sebagai akibat terjadinya perubahan-perubahan dapat dibedakan dalam pengertian discovery dan inventionDiscovery adalah penemuan unsur kebudayaan yang baru, baik berupa alat ataupun yang berupa gagasan yang diciptakan oleh seorang individu atau serangkaian ciptaan para individu. Discovery sendiri akan berubah menjadi invention, jika masyarakat sudah mengakui, menerima serta menerapkan penemuan baru tersebut.
3.      Munculnya berbagai bentuk pertentangan (conflict) dalam masyarakat. Pertentangan ini bisa terjadi antara individu dengan kelompok atau antara kelompok dengan kelompok. Mmisalnya saja pertentangan antara generasi muda dengan generasi tua. Generasi muda pada umumnya lebih senang menerima unsur-unsur kebudayaan asing, dan sebaliknya generasi tua tidak menyenangi hal tersebut. Keadaan seperti ini pasti akan mengakibatkan perubahan dalam masyarakat.
4.      terjadinya pemberontakan atau revolusi sehingga mampu menyulut terjadinya perubahan-perubahan besar. Revolusi yang terjadi pada suatu masyarakat akanm membawa akibat berubahnya segala tata cara yang berflaku pada lembaga-lembaga kemasyarakatannya. Biasanya hal ini diakibatkan karena adanya kebijaksanaan atau ide-ide yang berbeda. Misalnya, Revolusi Rusia (Oktober 1917) yang mampu menggulingkan pemerintahan kekaisaran dan mengubahnya menjadi sistem diktator proletariat yang dilandaskan pada doktrin Marxis. Revolusi tersebut menyebabkan perubahan yang mendasar, baik dari tatanan negara hingga tatanan dalam keluarga.
B.     Aspek exsternal (negara,politik,ekonomi,sosial,dll)
1.      Adanya isu, rumor, spekulasi yang timbul akibat kondisi politik yang di ciptakan pemerintah akan mempengaruhi permintaan dan penawaran suatu produk, baik itu barang maupun jasa. Dalam menganalisis kelayakan bisnis hendaknya aspek politik perlu pula dikaji untuk memperkirakan bahwa situasi politk saat bisnis di bangun dan di implementasikan tidak akan sangat mengganggu sehingga kajian menjadi layak,situasi politik dapat di ketahui melalui berita-berita dan media massa. Berita tersebut terbagi dua: good news dan bad news.
a.       Di dalam bisnis good news di maknai dengan berita-berita yang dapat di terima pelaku pasar tentang berbagai factor atau kondisi suatu Negara yang berhubungan dengan dunia investasi, yang di nilai mendukung dan memiliki potensi mendatangkan keuntungan bagi dunia investasi.
b.      Bad news , di sisi lain di maknai sebagai berita yang di terima pelaku pasar tentang berbagai factor atau kondisi suatu Negara yang berhubungan dengan dunia investasi yang di nilai tidak mendukung dan memiliki potensi mendatangkan kerugian bagi dunia investasi. bad news di hindari pasar karena dampaknya merugikan dan mengancam dunia investasi. Prakteknya menyelewengkan dan menyalah gunakan kekuasaan yang di lakukan oleh oknum pemerintah dalam menjalankan tugas mereka di nilai pasar sebagai bad news karena mengancam keamanan modal dan usaha mereka., kekacauan politik juga dapat mendorong lahirnya kondisi politik juga dapat mendorong lahirnya kondisi social yang tidak aman. Jadi, jelas bahwa aspek politik pemerintah secara langsung ataupun tidak langsung berpengaruh pada dunia bisnis. Makin kacau politik suatu daerah atau Negara berdampak makin kacau pula dunia bisnis di daerah atau Negara tersebut dan begitu pula sebaliknya, contohnya di bawah ini di rangkum beberapa berita good news dan bad news mengenai peristiwa politik dan social di Indonesia saat mana terjadi krisis multi dimensi serta kondisi bisnis,misalnya,kurs mata uang yang terjadi bersamaan dengan pristiwa-pristiwa tersebut.kiranya,berdasarkan fakta tersebut dapat di fahami bahwa sedikit-banyaknya situasi politik berperan terhadap kondisi bisnis.
2.      Hambatan di Bidang Ekonomi
Pelaksanaan pembangunan ekonomi terus di laksanakan dalam rangka menaikkan atau paling tidak mempertahankan pendapatan yang telah di capai bagi Indonesia,masih banyak tantangan dan hambatan yang di hadapi,sehingga tidaklah mudah untuk melaksanakan pembangunan ekonomi yang juga berdampak pada aspek social dan politik,ada beberapa penghambat, diantaranya :
a.       Iklim tropis,menyebabkan terjadinya lingkungan kerja yang panas dan lembab sehingga menurunkan usaha atau gairah kerja manusia,banyak muncul penyakit,serta membuat pertanian kurang menguntungkan.
b.      Produktivitas rendah,ini di sebabkan oleh kualitas manusia dan sumber alam yang relative kurang menguntungkan.
c.       Kapital sedikit , ini di sebabkan oleh rendah nya produktivitas tenagakerja yang berakibat pada rendah nya pendapatan Negara,sehingga tabungan sebagai sumber capital juga rendah.
d.      Nilai perdagangan luar negri yang rendah, ini di sebabkan Negara miskin mengandalkan ekspor bahan mentah yang mempunyai elastisitas penawaran permintaan atas perubahan harga yang inelastis ,dalam jangka panjang mengakibatkan kerugian.
e.       Besarnya pengangguran, hal ini di sebabkan karena banyaknya tenaga kerja yang pindah dari desa ke kota ,dan kota tak mampu menampung tenaga mereka karena kurang nya factor produksi lain untuk mengimbangi nya sehingga terjadi nya pengangguran it
f.       Besar nya ketimpangan distribusi pendapatan,misalnya keuntungan lebih banyak di miliki oleh sebagian kecil golongan tertentu saja.
g.      Tekanan penduduk yang berat,hal ini di sebabkan antara naik nya rata-rata umur manusia di barengi dengan masih besar nya persentase kenaikan jumlah penduduk yang makin lama makin membebani sumber daya lain untuk memenuhi kebutuhan hidup.
h.      Penggunaan tanah yang produktivitasnya rendah,hal ini di sebabkan karena sector pertanian menjadi mata pencarian utama,di samping itu kualitas alat-alat produksi, pupuk, teknik pengolahan juga masih relative rendah.

3.      Dalam bidang sosial

            Kalau dibidang politik dan ekonomi ada pembangunan yang mengikuti rencana yang disusun dengan jelas lebih dahulu  ,maka dibidang sosial rencana pembangunan yang bersifat struktural atau fundamental tidak ada. Dibidang ini  yang ada pada umumnya adalah pembangunan pelayanan sosial seperti pendidikan,kesehatan, penjagaan keamanan dan ketertiban , pengurusan kaum wanita dan sebagainya .
Pelayanan sosial itu amat di perlukan dalam masyarakat dan pembangunan dibidang itu memberikan hasil sebagai dukungan kepda pembangunan pada umumnya.

















BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Aspek internal adalah faktor-faktor yang berasal dari dalam masyarakat itu yang menyebabkan timbulnya perubahan pada masyarakat itu sendiri baik secara individu, kelompok ataupun organisasi. Contohnya seperti Dinamika penduduk, Adanya penemuan-penemuan baru yang berkembang di masyarakat, Munculnya berbagai bentuk pertentangan (conflict) dalam masyarakat,dll.
Sedangkan Aspek eksternal merupakan faktoer-faktor yang berasal dari luar masyarakat sehingga menyebabkan timbulnya perubahab pada masyarakat itu sendiri. Contonya seperti Adanya isu, rumor, spekulasi yang timbul akibat kondisi politik, Hambatan di Bidang Ekonomi.




















Daftar Pustaka

Soerardjan,Selo. Masyarakat dan manusia pembangunan. Pusaka Sinar Harapan,Jakarta.1993


Merintis usaha baru


KATA PENGANTAR
Alhamdulillah, puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan nikmatnya sehingga makalah Kewirasaan , tentang “ Merintis Usaha Baru” bisa terselesaikan sesuai waktu yang telah ditentukan.
Sholawat serta salam semoga selalu tercurahkan kepada Nabi Muhammad SAW, keluarganya, sahabat-sahabatnya, serta seluruh pengikutnya. Disusunnya makalah ini dengan maksud agar kita bisa memahami  dan mengetahui bagaiman cara untuk ‘Merintis Usaha Baru”. Tak lupa kami ucapkan banyak terima kasih kepada dosen pembimbing yang telah memberikan kami kesempatan untuk menyelesaikan penulisan makalah ini. Akan tetapi kami harap agar pembaca bisa memaklumi kekurangan-kekurangan dalam penulisan makalah kami, atas dasar itu kritik dan saran kami harapkan dari pembaca demi kesempurnaan makalah yang kami buat ini dan lebih bermanfaat bagi kita semua. Amin……










            Penulis

Mataram, 9 Oktober   2014



DAFTAR ISI   

Kata Pengantar.....................................................................           
Daftar Isi         .....................................................................

BAB I : PENDAHULUAN................................................
A. Latar Belakang      ..........................................................  
B. Rumusan Masalah   ........................................................           
C. Tujuan Masalah          

BAB II : PEMBAHASAN .................................................
A.    Pengertian Merintis Usaha Baru...............................  
B.     Halyang di perhatikan dalam meritis usaha baru......              
C.     Faktor memulai usaha baru.......................................                                         
BAB III : PENUTUP..........................................................
               A. Kesimpulan      ............................................................ ...    
DAFTAR PUSTAKA..........................................................





BAB I
PNDAHULUAN
A.LATAR BELKANG
Untuk memulai suatu usaha banyak certa yang dapat kita ambil hikmhya , seringkali kita kagum melihat kesuksesan seorang pengusaha ,kadang-kaang kita tidak tau proses keberhaslan pengusaaha tersebut. Namun jika kita telaah ika liku sebelum sukses menjadi pengusha banyak ceitaa suka duka dibelakang kesuksesannya.tidak sedikit cerita yang menyedihkan dibalik sukses yang diraih oleh pegusaha tersebut.ada pengusaha yang memulai usahanya dari nol denan tertatih-tatih dan ahkan bangkrut ,namun karena keberanian ,kesabaran,ketekunan,an kepandaianya mengelola usaha dari waktu ke waktu  elama bertahun-tahun ,akhirya berhasil.
Dari hasil penelitan dilapaangan terdapat beragam cara dan sebab untu memulai usaha, ada lima sebab ataucara seseorang untuk muai merintis usahanya,yaitu:
1.      Factor keluarga pengusaha
Pengusaha ang memulai usaha karena factor keluarga cukup banyak ditemui , artinya seseoran memulai usaha karena keluarga mereka sudah memilikiusaha sebelumnya.
2.      Sengaja erun menjadi pengusaha
3.      Kerja sampigan
4.      Coba-coba
5.      Terpaksa
B. Rumusan Masalah
a.       Apa Pengertian Merintis Usaha Baru?
b.      Hal apa saja yang peru dierhatikan lam meintis usaha baru?
c.       Faktor Apa saja yang ada untuk memulai usaha baru ?
      C. TUJUAN
Untuk memberikan pemahaman tentang bagaiman proses untuk mulai ‘ Merintis Usaha Baru”



BAB II
PEMBAHASAN

A.PENGERTIAN MERINTIS USAHA BARU
Merintis usaha baru yaitu membentuk dan mendirikan suatu usaha baru dengan menggunakan modal, ide, organisasi dan manajemen yang dirancang sendiri. Dalam hal ini, ada tiga bentuk usaha yang dapat dirintis, yaitu:
 Perusahaan milik sendiri (sole proprietorship), bentuk usaha yang dimiliki dan dikelola sendiri oleh seseorang.
Persekutuan (partnership), suatu kerjasama (asosiasi) dua orang atau lebih yang secara bersama-sama menjalankan usaha bersama.
Perusahaan berbadan hukum (corporation), perusahaan yang didirikan atas dasar badan hukum dengan modal saham-saham.
Mendirikan usaha baru artinya seseorang memulai usaha dengan mendirikan prusahaan yang baru.dalam hal ini yang haru dilakukan adalah mengurus segala sesuatu yang berhubungan dengan badan usaha, disamping itu tugas lain adalah mencari lokasi yang tepat dan menyediakan peralatan atau mesin yang sesuai dengan usahanya.
B. HAL-HAL YANG HARUS DIPERHATIKAN DALAM MERINTIS USAHA BARU:
a)      Bidang dan Jenis Usaha yang Dimasuki
Dengan adanya pengenalan jenis usaha, diharapkan dapat memperoleh gambaran secra sederhana sehingga menjamin proses pencapaian tuuan dan sasaran usaha yang telah direncanakan.
b)      Bentuk usaha dan kepemilikan    yang akan dipilih

Tempat Bentuk usaha ini paling sederhana dan mudah mengorganisasikannya karena pemiliknya hanya satu orang dan langsung dikelola sendiri. Jadi segala resiko, tanggungjawab dan keuntungan ada pada pundak pemilik usaha.

Persekutuan Komanditer (CV)
Usaha persekutuan didirikan minimal dua orang secara bersama membangun sebuah usaha dengan menjadi pemilik bersama dari suatu perusahaan, dengan mengumpulkan sejumlah kekayaan.usaha yang akan dipilih
Perseroan yaitu perusahaan yang anggotanya terdiri atas para pemegang saham, yang mempunyai tanggungjawab terbatas terhadap hutang-hutang perusahaan sebesar modal disetor.
Firma, yaitu persekutuan yang menjalankan perusahaan di bawah nama bersama yang didirikan dengan sebuah akta pendirian usaha yang dibuat oleh pejabat yang berwenang yaitu notaries.
c)      Jaminan Usaha yang Mungkin Diperoleh
d)     Lingkungan Usaha
Para pengelola usaha sangat berkepentingan dalam mencari tempat usaha yang strategis. Perusahaan yang akan didirikan sudah barang tentu di tempat yang sangat potensial (strategis). Tempat usaha harus berdekatan dengan tempat konsumen, agar dapat menjamin penyerahan barang yang mudah dan cepat.
Tempat usaha yang strategis adalah tempat atau letak perusahaan melakukan aktivitas berikut pemasarannya, serta penjualan barang dagangan yang dapat memberikan keuntungan besar. Selain itu, tempat usaha yang strategis juga memiliki berbagai fasilitas, seperti; tempat parkir yang luas, transportasi yang mudah dijangkau dan lancer.
C.FAKTOR KRITIS UNTUK MEMULAI USAHA BARU
            Ada beberapa faktor kritis yang berperan dalam membuka usaha baru yaitu :



1.      Personal , menyangkut aspek-aspek keperibadian seseorang
2.      Sociological, menyangkut masalah ubungan dengan family dsb
3.      Environmental,menyangkut hubungan dengan lingkungan
Apabila seseorang mempunyai ide untuk membuka suatu usaha baru maka dia akan mencari faktor-faktor lain yang dapa mendorongnya. Dorongan-dorongan ini tergantug pada beberapa faktor antara lain family, teman, pengalaman,keadaan ekonomi,keadaan lapangan kerja dan sumberdaya yang tersedia
Faktor social yang berpengaruh terhadap minat memulai bisnis ini ialah masalah tangung jawab terhadap keluarga.orang yang erumur 25 tahun akan lebih muda membuka bisnis dibandingkan degan orang yang berumur 45 tahun,yang sudah punya istri ,beberapa anak,banyak beban cicilan rumah,biaya ruah tangga dan sebagainya.disamping ini ada lagi faktor sosial lainnya yang berpengaruh.
Faktor lain yang berpengaruh dalam mmbuka bisnis ialah pertimbangan antara pengalaman dengan spirit,energy dan rasa optimis. Biasanya orang-orang muda lebih optimis ,energik dibandingkan dengan orang-orang yang sudah berumur .oleh sebab itu,pembukaan usaha sebaiknya dilakuan pada saat seseorang memliki rasa optimis dan sudah di pertimbangkan secara matang.



BAB III
PENUTUP
  1.  KESMPULAN
Merintis usaha baru yaitu membentuk dan mendirikan suatu usaha baru dengan menggunakan modal, ide, organisasi dan manajemen yang dirancang sendiri.
Ada beberapa faktor kritis yang berperan dalam membuka usaha baru yaitu :
1.      Personal , menyangkut aspek-aspek keperibadian seseorang
2.      Sociological, menyangkut masalah ubungan dengan family dsb
3.      Environmental,menyangkut hubungan dengan lingkungan
Ada beberapa kelebihan dan kekurangan dari merintis usaha sendiri ini adalah antara lain:
Kelebihan:
1.      Gagasan murni
2.      Bebas beroprasi
3.      Fleksibel dan mudah penggunaan
Kekurangan ;
1.      Pengakuan nama barang
2.      Fasilitas inefisien
3.      Persaingan kurang diketahui