Sabtu, 20 Desember 2014

Merintis usaha baru


KATA PENGANTAR
Alhamdulillah, puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan nikmatnya sehingga makalah Kewirasaan , tentang “ Merintis Usaha Baru” bisa terselesaikan sesuai waktu yang telah ditentukan.
Sholawat serta salam semoga selalu tercurahkan kepada Nabi Muhammad SAW, keluarganya, sahabat-sahabatnya, serta seluruh pengikutnya. Disusunnya makalah ini dengan maksud agar kita bisa memahami  dan mengetahui bagaiman cara untuk ‘Merintis Usaha Baru”. Tak lupa kami ucapkan banyak terima kasih kepada dosen pembimbing yang telah memberikan kami kesempatan untuk menyelesaikan penulisan makalah ini. Akan tetapi kami harap agar pembaca bisa memaklumi kekurangan-kekurangan dalam penulisan makalah kami, atas dasar itu kritik dan saran kami harapkan dari pembaca demi kesempurnaan makalah yang kami buat ini dan lebih bermanfaat bagi kita semua. Amin……










            Penulis

Mataram, 9 Oktober   2014



DAFTAR ISI   

Kata Pengantar.....................................................................           
Daftar Isi         .....................................................................

BAB I : PENDAHULUAN................................................
A. Latar Belakang      ..........................................................  
B. Rumusan Masalah   ........................................................           
C. Tujuan Masalah          

BAB II : PEMBAHASAN .................................................
A.    Pengertian Merintis Usaha Baru...............................  
B.     Halyang di perhatikan dalam meritis usaha baru......              
C.     Faktor memulai usaha baru.......................................                                         
BAB III : PENUTUP..........................................................
               A. Kesimpulan      ............................................................ ...    
DAFTAR PUSTAKA..........................................................





BAB I
PNDAHULUAN
A.LATAR BELKANG
Untuk memulai suatu usaha banyak certa yang dapat kita ambil hikmhya , seringkali kita kagum melihat kesuksesan seorang pengusaha ,kadang-kaang kita tidak tau proses keberhaslan pengusaaha tersebut. Namun jika kita telaah ika liku sebelum sukses menjadi pengusha banyak ceitaa suka duka dibelakang kesuksesannya.tidak sedikit cerita yang menyedihkan dibalik sukses yang diraih oleh pegusaha tersebut.ada pengusaha yang memulai usahanya dari nol denan tertatih-tatih dan ahkan bangkrut ,namun karena keberanian ,kesabaran,ketekunan,an kepandaianya mengelola usaha dari waktu ke waktu  elama bertahun-tahun ,akhirya berhasil.
Dari hasil penelitan dilapaangan terdapat beragam cara dan sebab untu memulai usaha, ada lima sebab ataucara seseorang untuk muai merintis usahanya,yaitu:
1.      Factor keluarga pengusaha
Pengusaha ang memulai usaha karena factor keluarga cukup banyak ditemui , artinya seseoran memulai usaha karena keluarga mereka sudah memilikiusaha sebelumnya.
2.      Sengaja erun menjadi pengusaha
3.      Kerja sampigan
4.      Coba-coba
5.      Terpaksa
B. Rumusan Masalah
a.       Apa Pengertian Merintis Usaha Baru?
b.      Hal apa saja yang peru dierhatikan lam meintis usaha baru?
c.       Faktor Apa saja yang ada untuk memulai usaha baru ?
      C. TUJUAN
Untuk memberikan pemahaman tentang bagaiman proses untuk mulai ‘ Merintis Usaha Baru”



BAB II
PEMBAHASAN

A.PENGERTIAN MERINTIS USAHA BARU
Merintis usaha baru yaitu membentuk dan mendirikan suatu usaha baru dengan menggunakan modal, ide, organisasi dan manajemen yang dirancang sendiri. Dalam hal ini, ada tiga bentuk usaha yang dapat dirintis, yaitu:
 Perusahaan milik sendiri (sole proprietorship), bentuk usaha yang dimiliki dan dikelola sendiri oleh seseorang.
Persekutuan (partnership), suatu kerjasama (asosiasi) dua orang atau lebih yang secara bersama-sama menjalankan usaha bersama.
Perusahaan berbadan hukum (corporation), perusahaan yang didirikan atas dasar badan hukum dengan modal saham-saham.
Mendirikan usaha baru artinya seseorang memulai usaha dengan mendirikan prusahaan yang baru.dalam hal ini yang haru dilakukan adalah mengurus segala sesuatu yang berhubungan dengan badan usaha, disamping itu tugas lain adalah mencari lokasi yang tepat dan menyediakan peralatan atau mesin yang sesuai dengan usahanya.
B. HAL-HAL YANG HARUS DIPERHATIKAN DALAM MERINTIS USAHA BARU:
a)      Bidang dan Jenis Usaha yang Dimasuki
Dengan adanya pengenalan jenis usaha, diharapkan dapat memperoleh gambaran secra sederhana sehingga menjamin proses pencapaian tuuan dan sasaran usaha yang telah direncanakan.
b)      Bentuk usaha dan kepemilikan    yang akan dipilih

Tempat Bentuk usaha ini paling sederhana dan mudah mengorganisasikannya karena pemiliknya hanya satu orang dan langsung dikelola sendiri. Jadi segala resiko, tanggungjawab dan keuntungan ada pada pundak pemilik usaha.

Persekutuan Komanditer (CV)
Usaha persekutuan didirikan minimal dua orang secara bersama membangun sebuah usaha dengan menjadi pemilik bersama dari suatu perusahaan, dengan mengumpulkan sejumlah kekayaan.usaha yang akan dipilih
Perseroan yaitu perusahaan yang anggotanya terdiri atas para pemegang saham, yang mempunyai tanggungjawab terbatas terhadap hutang-hutang perusahaan sebesar modal disetor.
Firma, yaitu persekutuan yang menjalankan perusahaan di bawah nama bersama yang didirikan dengan sebuah akta pendirian usaha yang dibuat oleh pejabat yang berwenang yaitu notaries.
c)      Jaminan Usaha yang Mungkin Diperoleh
d)     Lingkungan Usaha
Para pengelola usaha sangat berkepentingan dalam mencari tempat usaha yang strategis. Perusahaan yang akan didirikan sudah barang tentu di tempat yang sangat potensial (strategis). Tempat usaha harus berdekatan dengan tempat konsumen, agar dapat menjamin penyerahan barang yang mudah dan cepat.
Tempat usaha yang strategis adalah tempat atau letak perusahaan melakukan aktivitas berikut pemasarannya, serta penjualan barang dagangan yang dapat memberikan keuntungan besar. Selain itu, tempat usaha yang strategis juga memiliki berbagai fasilitas, seperti; tempat parkir yang luas, transportasi yang mudah dijangkau dan lancer.
C.FAKTOR KRITIS UNTUK MEMULAI USAHA BARU
            Ada beberapa faktor kritis yang berperan dalam membuka usaha baru yaitu :



1.      Personal , menyangkut aspek-aspek keperibadian seseorang
2.      Sociological, menyangkut masalah ubungan dengan family dsb
3.      Environmental,menyangkut hubungan dengan lingkungan
Apabila seseorang mempunyai ide untuk membuka suatu usaha baru maka dia akan mencari faktor-faktor lain yang dapa mendorongnya. Dorongan-dorongan ini tergantug pada beberapa faktor antara lain family, teman, pengalaman,keadaan ekonomi,keadaan lapangan kerja dan sumberdaya yang tersedia
Faktor social yang berpengaruh terhadap minat memulai bisnis ini ialah masalah tangung jawab terhadap keluarga.orang yang erumur 25 tahun akan lebih muda membuka bisnis dibandingkan degan orang yang berumur 45 tahun,yang sudah punya istri ,beberapa anak,banyak beban cicilan rumah,biaya ruah tangga dan sebagainya.disamping ini ada lagi faktor sosial lainnya yang berpengaruh.
Faktor lain yang berpengaruh dalam mmbuka bisnis ialah pertimbangan antara pengalaman dengan spirit,energy dan rasa optimis. Biasanya orang-orang muda lebih optimis ,energik dibandingkan dengan orang-orang yang sudah berumur .oleh sebab itu,pembukaan usaha sebaiknya dilakuan pada saat seseorang memliki rasa optimis dan sudah di pertimbangkan secara matang.



BAB III
PENUTUP
  1.  KESMPULAN
Merintis usaha baru yaitu membentuk dan mendirikan suatu usaha baru dengan menggunakan modal, ide, organisasi dan manajemen yang dirancang sendiri.
Ada beberapa faktor kritis yang berperan dalam membuka usaha baru yaitu :
1.      Personal , menyangkut aspek-aspek keperibadian seseorang
2.      Sociological, menyangkut masalah ubungan dengan family dsb
3.      Environmental,menyangkut hubungan dengan lingkungan
Ada beberapa kelebihan dan kekurangan dari merintis usaha sendiri ini adalah antara lain:
Kelebihan:
1.      Gagasan murni
2.      Bebas beroprasi
3.      Fleksibel dan mudah penggunaan
Kekurangan ;
1.      Pengakuan nama barang
2.      Fasilitas inefisien
3.      Persaingan kurang diketahui




Tidak ada komentar:

Posting Komentar