KATA PENGANTAR
Alhamdulillah, puji
syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan nikmatnya
sehingga makalah pengantar ilmu politik, tentang “hambatan/masalah dalam komunikasi pembangunan” bisa terselesaikan
sesuai waktu yang telah ditentukan.
Sholawat serta salam semoga
selalu tercurahkan kepada Nabi Muhammad SAW, keluarganya, sahabat-sahabatnya,
serta seluruh pengikutnya. Disusunnya makalah ini dengan maksud agar kita bisa
memahami dan mengetahui tentang
teori-teori politik,Tak lupa kami ucapkan banyak terima kasih kepada dosen
pembimbing yang telah memberikan kami kesempatan untuk menyelesaikan penulisan
makalah ini. Akan tetapi kami harap agar pembaca bisa memaklumi
kekurangan-kekurangan dalam penulisan makalah kami, atas dasar itu kritik dan
saran kami harapkan dari pembaca demi kesempurnaan makalah yang kami buat ini
dan lebih bermanfaat bagi kita semua. Amin…
Penulis,
23 Mei 2014
|
DAFTAR
ISI
Kata
Pengantar ...................................................................................................................
Daftar
Isi...............................................................................................................................
BAB
I : PENDAHULUAN ................................................................................................
A. Latar
Belakang ..........................................................................................................
B. Rumusan
Masalah......................................................................................................
C. Tujuan
Masalah .........................................................................................................
BAB
II : PEMBAHASAN .................................................................................................
A.
Aspek internal dalam komunikasi pembangunan .....................................................
B. Aspek
exsternal (negara,politik,ekonomi,sosial,dll)...................................................
BAB
III : PENUTUP .........................................................................................................
A. Kesimpulan
...............................................................................................................
DAFTAR
PUSTAKA ........................................................................................................ ...............................................................................................................................................
BAB
I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Masyarakat yang terbelakang
masih sangat tradisional sekali. Mereka masih terikat dengan nilai-nilai asli
dan juga masih memiliki kerinduan untuk memelihara nilai-nilai tersebut.
Biasanya selalu dikaitkan dengan kebudayaan atau adat istiadat lokal. Dalam
masyarakat yang tradsional tidak memberikan peluang cukup untuk terjadinya
perubahan-perubahan serta tumbuhnya kekuatan-kekuatan pembaharuan dalam
masyarakat. Yang menyebabkan hal tersebut sangat kompleks sekali, seperti:
kolonialisme dan feodalisme. Kondisi keterbelakangan juga dapat dilihat dari
bidang ekonomi dan pendidikan. Penyebab utama untuk hal ini adalah adanya
keterbatasan yang amat parah dalam pendapatan, modal dan ketrampilan. Hal
tersebut juga menyebabkan kemiskinan masyarakat yang berkepanjangan.
Di Indonesia, hal itu disebabkan
karena penyebaran penduduk yang tidak merata dan tingkat urbanisasi yang sangat
tinggi. Tingkat pendapatan buruh tani di pedesaan yang sangat rendah dan upah
buruh di masyarakat industri yang belum mencapai UMR. Gulungtikarnya
perusahaan-perusahaan besar telah menyebabkan angka pengangguran yang sangat
tinggi. Ditambah lagi dengan oportunisme di kalangan elit politik, telah
menyebabkan ketidak stabilan di bidang politik. Hal-hal ini telah menyebabkan
terpuruknya ekonomi rakyat dan mempercepat pemerataan kemiskinan masyarakat
Indonesia. Untuk perubahan sosial-ekonomi dibutuhkan aparatur negara yang
bersih dan pendidikan masyarakat yang memadai.
Pembangunan mempunyai
pengertian dinamis, maka tidak boleh dilihat dari konsep yang statis.
Pembangunan juga mengandung orientasi dan kegiatan yang tanpa akhir.
Proses pembangunan merupakan suatu perubahan sosial
budaya. Pembangunan menunjukkan terjadinya suatu proses maju berdasarkan
kekuatan sendiri, tergantung kepada manusia dan struktur sosialnya. Pembangunan
tidak bersifat top-down, tetapi tergantung dengan “innerwill”, proses
emansipasi diri. Dengan demikian, partisipasi aktif dan kreatif dalam proses
pembangunan hanya mungkin bila terjadi karena proses pendewasaan.
Kecendrungan
globalisasi dan regionalisasi membawa sekaligus tantangan dan peluang baru bagi
proses pembangunan di Indonesia. Dalam era seperti ini, kondisi persaingan
antar pelaku ekonomi (badan usaha dan/atau negara) akan semakin tajam. Dalam
kondisi persaingan yang sangat tajam ini, tiap pelaku ekonomi (tanpa kecuali)
dituntut menerapkan dan mengimplementasikan secara efisien dan efektif strategi
bersaing yang tepat (Kuncoro, 2004). Dalam konteksi inilah diperlukan ”strategi
berperang” modern untuk memenangkan persaingan dalam lingkungan hiperkompetitif
diperlukan tiga hal (D’Aveni, 1995), pertama, visi terhadap perubahan dan
gangguan. Kedua, kapabilitas, dengan mempertahankan dan mengembangkan kapasitas
yang fleksibel dan cepat merespon setiap perubahan. Ketiga, taktik yang
mempengaruhi arah dan gerakan pesaing.
B. Rumusan Masalah
a.
Aspek internal yang terlibat dalam komunikasi pembangunan
b.
Aspek exsternal (negara,politik,ekonomi,sosial,dll)
C. TUJUAN
Dengan terbuatnya makalah ini kita
dapat mengetahui hambatan-hambatan dalam pembangunan,tidak hanya itu kita dapat
mengetahui aspek-aspek apa saja yang terlibat dalam komunikasi pembangunan
tersebut.
BAB
II
PEMBAHASAN
A. Aspek internal yang terlibat dalam
komunikasi pembangunan
Internal factor (faktor dalam)
adalah faktor-faktor yang berasal dari dalam masyarakat itu yang menyebabkan
timbulnya perubahan pada masyarakat itu sendiri baik secara individu, kelompok
ataupun organisasi. Berikut ini sebab-sebab perubahan sosial yang bersumber
dari dalam masyarakat (sebab intern).
1.
Dinamika penduduk, yaitu pertambahan dan penurunan
jumlah penduduk. Pertambahan penduduk yang sangat cepat akan mengakibatkan
perubahan dalam struktur masyarakat, khususnya dalam lembaga kemasyarakatannya.
Salah satu contohnya disini adalah orang akan mengenal hak milik atas tanah,
mengenal system bagi hasil, dan yang lainnya, dimana sebelumnya tidak pernah
mengenal. Sedangkan berkurangnya jumlah penduduk akan berakibat terjadinya
kekosongan baik dalam pembagian kerja, maupun stratifikasi social, hal tersebut
akan mempengaruhi lembaga-lembaga kemasyarakatan yang ada.
2.
Adanya penemuan-penemuan baru yang berkembang di
masyarakat, baik penemuan yang bersifat baru (discovery) ataupun
penemuan baru yang bersifat menyempurnakan dari bentuk penemuan lama (invention).
Suatu proses social dan kebudayaan yang besar, tetapi terjadi dalam jangka
waktu yang tidak terlalu lama disebut dengan inovasi. Proses tersebut meliputi
suatu penemuan baru, jalannya unsur kebudayaanbaru yang tersebar ke lain-lain
bagian masyarakat, dan cara-cara unsure kebudayaan baru tadi diterima,
dipelajari dan akhirnya dipakai dalam masyarakat yang bersangkutan. Penemuan
baru sebagai akibat terjadinya perubahan-perubahan dapat dibedakan dalam
pengertian discovery dan invention. Discovery adalah
penemuan unsur kebudayaan yang baru, baik berupa alat ataupun yang berupa
gagasan yang diciptakan oleh seorang individu atau serangkaian ciptaan para
individu. Discovery sendiri akan berubah menjadi invention, jika masyarakat
sudah mengakui, menerima serta menerapkan penemuan baru tersebut.
3.
Munculnya berbagai bentuk pertentangan (conflict)
dalam masyarakat. Pertentangan ini bisa terjadi antara individu dengan kelompok
atau antara kelompok dengan kelompok. Mmisalnya saja pertentangan antara
generasi muda dengan generasi tua. Generasi muda pada umumnya lebih senang
menerima unsur-unsur kebudayaan asing, dan sebaliknya generasi tua tidak
menyenangi hal tersebut. Keadaan seperti ini pasti akan mengakibatkan perubahan
dalam masyarakat.
4.
terjadinya pemberontakan atau revolusi sehingga mampu
menyulut terjadinya perubahan-perubahan besar. Revolusi yang terjadi pada suatu
masyarakat akanm membawa akibat berubahnya segala tata cara yang berflaku pada
lembaga-lembaga kemasyarakatannya. Biasanya hal ini diakibatkan karena adanya
kebijaksanaan atau ide-ide yang berbeda. Misalnya, Revolusi Rusia (Oktober
1917) yang mampu menggulingkan pemerintahan kekaisaran dan mengubahnya menjadi
sistem diktator proletariat yang dilandaskan pada doktrin Marxis. Revolusi
tersebut menyebabkan perubahan yang mendasar, baik dari tatanan negara hingga
tatanan dalam keluarga.
B. Aspek exsternal
(negara,politik,ekonomi,sosial,dll)
1.
Adanya isu, rumor, spekulasi yang timbul akibat kondisi
politik yang di ciptakan pemerintah akan mempengaruhi permintaan dan penawaran
suatu produk, baik itu barang maupun jasa. Dalam menganalisis kelayakan bisnis
hendaknya aspek politik perlu pula dikaji untuk memperkirakan bahwa situasi
politk saat bisnis di bangun dan di implementasikan tidak akan sangat
mengganggu sehingga kajian menjadi layak,situasi politik dapat di ketahui
melalui berita-berita dan media massa. Berita tersebut terbagi dua: good news
dan bad news.
a.
Di dalam bisnis good news di maknai dengan
berita-berita yang dapat di terima pelaku pasar tentang berbagai factor atau
kondisi suatu Negara yang berhubungan dengan dunia investasi, yang di nilai
mendukung dan memiliki potensi mendatangkan keuntungan bagi dunia investasi.
b.
Bad news , di sisi lain di maknai sebagai berita yang
di terima pelaku pasar tentang berbagai factor atau kondisi suatu Negara yang
berhubungan dengan dunia investasi yang di nilai tidak mendukung dan memiliki
potensi mendatangkan kerugian bagi dunia investasi. bad news di hindari pasar
karena dampaknya merugikan dan mengancam dunia investasi. Prakteknya
menyelewengkan dan menyalah gunakan kekuasaan yang di lakukan oleh oknum
pemerintah dalam menjalankan tugas mereka di nilai pasar sebagai bad news
karena mengancam keamanan modal dan usaha mereka., kekacauan politik juga dapat
mendorong lahirnya kondisi politik juga dapat mendorong lahirnya kondisi social
yang tidak aman. Jadi, jelas bahwa aspek politik pemerintah secara langsung
ataupun tidak langsung berpengaruh pada dunia bisnis. Makin kacau politik suatu
daerah atau Negara berdampak makin kacau pula dunia bisnis di daerah atau Negara
tersebut dan begitu pula sebaliknya, contohnya di bawah ini di rangkum beberapa
berita good news dan bad news mengenai peristiwa politik dan social di
Indonesia saat mana terjadi krisis multi dimensi serta kondisi bisnis,misalnya,kurs
mata uang yang terjadi bersamaan dengan pristiwa-pristiwa
tersebut.kiranya,berdasarkan fakta tersebut dapat di fahami bahwa
sedikit-banyaknya situasi politik berperan terhadap kondisi bisnis.
2.
Hambatan di Bidang Ekonomi
Pelaksanaan pembangunan
ekonomi terus di laksanakan dalam rangka menaikkan atau paling tidak
mempertahankan pendapatan yang telah di capai bagi Indonesia,masih banyak
tantangan dan hambatan yang di hadapi,sehingga tidaklah mudah untuk
melaksanakan pembangunan ekonomi yang juga berdampak pada aspek social dan politik,ada
beberapa penghambat, diantaranya :
a. Iklim
tropis,menyebabkan terjadinya lingkungan kerja yang panas dan lembab sehingga
menurunkan usaha atau gairah kerja manusia,banyak muncul penyakit,serta membuat
pertanian kurang menguntungkan.
b. Produktivitas
rendah,ini di sebabkan oleh kualitas manusia dan sumber alam yang relative
kurang menguntungkan.
c. Kapital
sedikit , ini di sebabkan oleh rendah nya produktivitas tenagakerja yang
berakibat pada rendah nya pendapatan Negara,sehingga tabungan sebagai sumber capital
juga rendah.
d. Nilai
perdagangan luar negri yang rendah, ini di sebabkan Negara miskin mengandalkan
ekspor bahan mentah yang mempunyai elastisitas penawaran permintaan atas
perubahan harga yang inelastis ,dalam jangka panjang mengakibatkan kerugian.
e. Besarnya
pengangguran, hal ini di sebabkan karena banyaknya tenaga kerja yang pindah
dari desa ke kota ,dan kota tak mampu menampung tenaga mereka karena kurang nya
factor produksi lain untuk mengimbangi nya sehingga terjadi nya pengangguran it
f. Besar
nya ketimpangan distribusi pendapatan,misalnya keuntungan lebih banyak di
miliki oleh sebagian kecil golongan tertentu saja.
g. Tekanan
penduduk yang berat,hal ini di sebabkan antara naik nya rata-rata umur manusia
di barengi dengan masih besar nya persentase kenaikan jumlah penduduk yang
makin lama makin membebani sumber daya lain untuk memenuhi kebutuhan hidup.
h. Penggunaan
tanah yang produktivitasnya rendah,hal ini di sebabkan karena sector pertanian
menjadi mata pencarian utama,di samping itu kualitas alat-alat produksi, pupuk,
teknik pengolahan juga masih relative rendah.
3. Dalam
bidang sosial
Kalau
dibidang politik dan ekonomi ada pembangunan yang mengikuti rencana yang
disusun dengan jelas lebih dahulu ,maka
dibidang sosial rencana pembangunan yang bersifat struktural atau fundamental
tidak ada. Dibidang ini yang ada pada
umumnya adalah pembangunan pelayanan sosial seperti pendidikan,kesehatan,
penjagaan keamanan dan ketertiban , pengurusan kaum wanita dan sebagainya .
Pelayanan sosial itu amat di perlukan dalam
masyarakat dan pembangunan dibidang itu memberikan hasil sebagai dukungan kepda
pembangunan pada umumnya.
BAB
III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Aspek internal adalah faktor-faktor yang berasal
dari dalam masyarakat itu yang menyebabkan timbulnya perubahan pada masyarakat
itu sendiri baik secara individu, kelompok ataupun organisasi. Contohnya
seperti Dinamika penduduk, Adanya penemuan-penemuan baru yang berkembang di
masyarakat, Munculnya berbagai bentuk pertentangan (conflict) dalam
masyarakat,dll.
Sedangkan Aspek eksternal merupakan faktoer-faktor
yang berasal dari luar masyarakat sehingga menyebabkan timbulnya perubahab pada
masyarakat itu sendiri. Contonya seperti Adanya isu, rumor, spekulasi yang
timbul akibat kondisi politik, Hambatan di Bidang Ekonomi.
Daftar
Pustaka
Soerardjan,Selo.
Masyarakat dan manusia pembangunan. Pusaka
Sinar Harapan,Jakarta.1993
thanks you . nice
BalasHapus