A. Konteks
Penelitian
Memasuki penghujung dasawarsa 1990-an ,kita seolah
diserbu disetiap penjuru waktu oleh berita ,hiburan atau informasi yang mengalir
begitu saja dari berbagai media.perkembangan teknologi komunikasi yang demikian
canggih dan serba meliputi , akhirnya menggiring kita ke abad informasi[1]
.
hal ini pula yang menyebabkann kita mau tidak mau ,
suka atau tidak suka mulai menjadi prilaku yang konsumtiif baik dalam tayangan hiburan dan terlebih lagi
berita ataupun informasi tentang perkembangan dunia saat ini.
Agama menurut para antropolog dan sosiolog merupakan
system keyakinan yang dianut dan diwujudkan dalam tindakan oleh suatu kelompok
atau masyarakat dalam menginterprestasikan dan memberi respon terhadap apa yang
dirasakan dan diyakini sebagai seuatu yang suci atau ghaib.dari pengertian tersebut
maka terjadinya perubahan faham dan
keyakinan keagamaan sangat
mungkin.perubahan tersebut disebabkan karena pebedaan-perbedaan interprestasi
dan cara pandang dalam memahai situasi-situasi yang terus berubah atau ilmu
pengetahuan yang berkembang meskipun kitab sucinya tidak pernah berubah.
Perbedaan interprrestasi terhadap teks suci atau
dokterin agama mengakibatkan timbulnya perbedaan keyakinan faham atau alira
keagamaan ,meskipun pada dasarnya ajaran pokok meginduk pada kelompok agama
yang beasar .perbedaan pada tingkat pemahaman pada prinsipnya tidak bias
dihindarkan ,terutama karena adanya perbedaan tingkat pengetahuan ,pemahaman
dan pengamalan serta perkembangan budaya masyarakat.
Demikian pula halnya respon masyarakat terhadap
adanya perbedaan perbedaan tersebut menyebabkan bentuk dan tingkat reaksi juga
beragam.semakin tinggi pengetahua dan pemahaman orang terhadap agama semakin
meningat pula sikap toleransi terhadap pemahaman keagamaan orang lain yang
kebetulan berbeda kelompok atau aliran keagamaan.[2]
Kehiduan beragama di zaman modern ini sudah demikian
kompleks.banyak macam agama yang dianut manusia dewasa ini. Aliran
kepercayaan,aliran kebatinan ,aliran pemujaan atau yang dikenal dalam ilmu
social dengan istilah occulitisme juga banyak ditemukan dikalangan masyarakat
modern.hampir setiap agama terpecah pula kepada mazhab,aliran atau sekte yang
lebih banyak lagi dari agama yang biasa dikenal.kemudian cara menerima dan menghayatinya juga sangat bragam.kehidupan
beragama dewasa ini ada yang dijadikan tempat penyejuk jiwa dan plarian dari
hiruk pikuk ekonomi dan social politik sehari-hari.ada pula yang dijadikan
sumber motivasi untuk mencapai kehidupan ekonomi dan social politik.disamping ada
pula yang dijadikan alasan untuk melancarkan gerakan radikal,seperti
pemberontakan terorisme.[3]
Dan sekarang
ini kita seolah dikejutkan dengan penayangan berita ISIS (islamic state of irak
and suriah) yang dimana ISIS ini sendiri berusaha melakukan propaganda terhadap
masyarakat yang ada di Indonesia bukan hanya itu bahkan video tentang ISIS
mengekkusi mati siapapun yang tidak sepaham dengannya pun sudah mulai beredar
di media-media social lainnya dan bukan hanya ditelevisi saja.
Mereka mengkafirkan orang-orang yang melakukan dosa
besar dan mengkafirkan siapa saja yang menyelisihi mereka dalam kebid’ahannya
serta menghalalkan darah dan hartanya. femahaman kelompok ini sebenarnya tidak
jauh beda dengan femahaman kaum khawarij, kenapa demikan karena kaum khawarij
merupakan kelompok orang yang pertama kali mengkafirkan kaum muslimin.[4]
Bahkan
ISIS dianggap lebih berbahaya ketimbang Al-Qaidah karena mempunyai ribuan
personel pasukan perang, yang siap mendeklarasikan perang terhadap mereka yang
dianggap bertentangan atau menentang berdirinya negara Islam. Mereka menjadi
kekuatan politik baru yang siap melancarkan serangan yang jauh lebih brutal
daripada Al-Qaidah. Gerakan revolusi yang mulanya mempunyai misi mulia untuk
menggulingkan rezim otoriter ini berubah menjadi tragedi. ISIS menjadi sebuah
kekuatan baru yang siap melancarkan perlawanan sengit terhadap rezim yang
berkuasa yang dianggap tidak mampu mengemban misi terbentuknya negara Islam.
Ironisnya, mereka mengabsahkan kekerasan untuk menindas kaum minoritas dan
menyerang rezim yang tidak sejalan dengan paradigma negara Islam. ISIS menjadi
kekuatan politik riil dengan ideologi yang jelas dan wilayah yang diduduki
dengan cara-cara kekerasan.
Hampir di
setiap media masa bisa dipastikan kita dapat menyaksikan pertunjukan demonstrasi
yang dilakukan oleh kelompok islam ini .mereka membawa atribut seperti bendera,pakaian
bersorban ,kopiah bahkan pedang,pertunjukan kekuatan dan atribut sangat jelas
memperlihatkan identitas mereka. Bahkan gerakann islam radikal atau militant
ini semakin menunjukkan gerakan islam militant sebagai basis islam
Di tengah hiruk pikuknya gerakann islam radikal ini
, nampakya sudah ada warga Negara Indonesia yang tergabung dalam ISIS (islamic
state of Irak and suriah )dan tampakya terus berlanjut sampai sekarang,sebenarnya
munculnya gerakana-geraaakan islam mlitan atau radikal di indoneasia diasebabkan kareana dua penyeab
utama.
1. factor
internal umat islam sendri.
dalam diri umat
islam sendiri dihat telah terjadi enyimpangan-penyimpangan norma-norma
agama.kehidupan umat islam telah terasuki cara-cara hidup sekuler yang
bertentanan dengan ajaran islam. Oleh sebab itu mereka measa berkewajiban untuk
megembalikan umat islam ke jalan yang lurus sesuai dengan ajaran
otenik Al-quran
2. Faktor
Eksternal umat islam,baik dating dari perlakuan rezim orde baru atas umat islam
atau eksploetasi barat atas umat islam.
Mnculnya gerakan agama-agama baru di Indonesia pada
dasarnya juga merupakan bentuk pengambilan keputusan oleh sekelompok orang ,yang
merasa dirinya telah memperoleh wahyu dari tuhan dan mengemban tugas untuk
menyebarkan ajaran ajaran yang diperolehnya.meskipun ajaran baru sering
dianggap bertentangan dengan keyakinan mayoritas masyarakat Indonesia yang
sudah “mapan” .alhasiil gerakan protes atau kontra terhaadap munculnya agama
baru terebut mnjadi tak terelakkan . beberapa tuduhan dan stigmatiasi pun ikut
mewarnai reaksi atas fenomena munculnya agama baru ini,sperti penuduhan
terhadap penodaan agama,pelecehan keyakinan ,aliran sesat yang diarang untuk
diikuti,dan lain-lain.[5]
Fenomena islami dan islamisme di indonesia
sebenarnya bukanlah sesuatu yng baru dan asing yang tidak berakar dalam sejarah
gerakan islam,baik pada konteks local maupun global.sebagai sebuah gerakan yang
merindukan kmbali kejayan islam,sesungguhnya gerakan ini muncul terutama pada
abad XIX ketika terjadi kemunduran dunia islam dan abad XX ketika dunia islam
secara keselruhan berhasil di taklukkan oleh imperialism dan kolonialisme
barat.dalam kaitn inilah islamis dn ilamisme di Indonesia perlu dilihat
huungannya dengan gerakan islam global sekaligus gerakan islam local,yaiu dalam
rangka mendirikan Negara islam.
Islam
radikal sebenarnya mrupakan bentuk ekstrem dari gejala revivalisme ,islam
radikal menjelma dalam komitmen yang tinggi tidak hanya untuk mentranformasi kehidupan
individual,tetapi sekligus juga komunal dan social.[6]
Oleh karena itu seiring dengan perkembangan ISIS
yang di anggap sebagai kaum yang radikal,militant dan bahkan mendapat julukan
menjadi terorisme disini peneliti tertarik untuk meneloti mengenai Persepsi Mahasiswa Iain Mataram Terhadap
Penayangan Berita Isis