Rabu, 09 Maret 2016

PERSEPSI TENTANG ISIS

                                                           

A.    Konteks Penelitian
Memasuki penghujung dasawarsa 1990-an ,kita seolah diserbu disetiap penjuru waktu oleh berita ,hiburan atau informasi yang mengalir begitu saja dari berbagai media.perkembangan teknologi komunikasi yang demikian canggih dan serba meliputi , akhirnya menggiring kita ke abad informasi[1] .
hal ini pula yang menyebabkann kita mau tidak mau , suka atau tidak suka mulai menjadi prilaku yang konsumtiif  baik dalam tayangan hiburan dan terlebih lagi berita ataupun informasi tentang perkembangan dunia saat ini.
Agama menurut para antropolog dan sosiolog merupakan system keyakinan yang dianut dan diwujudkan dalam tindakan oleh suatu kelompok atau masyarakat dalam menginterprestasikan dan memberi respon terhadap apa yang dirasakan dan diyakini sebagai seuatu yang suci atau ghaib.dari pengertian tersebut maka terjadinya perubahan faham dan  keyakinan keagamaan  sangat mungkin.perubahan tersebut disebabkan karena pebedaan-perbedaan interprestasi dan cara pandang dalam memahai situasi-situasi yang terus berubah atau ilmu pengetahuan yang berkembang meskipun kitab sucinya tidak pernah berubah.
Perbedaan interprrestasi terhadap teks suci atau dokterin agama mengakibatkan timbulnya perbedaan keyakinan faham atau alira keagamaan ,meskipun pada dasarnya ajaran pokok meginduk pada kelompok agama yang beasar .perbedaan pada tingkat pemahaman pada prinsipnya tidak bias dihindarkan ,terutama karena adanya perbedaan tingkat pengetahuan ,pemahaman dan pengamalan serta perkembangan budaya masyarakat.
Demikian pula halnya respon masyarakat terhadap adanya perbedaan perbedaan tersebut menyebabkan bentuk dan tingkat reaksi juga beragam.semakin tinggi pengetahua dan pemahaman orang terhadap agama semakin meningat pula sikap toleransi terhadap pemahaman keagamaan orang lain yang kebetulan berbeda kelompok atau aliran keagamaan.[2]
Kehiduan beragama di zaman modern ini sudah demikian kompleks.banyak macam agama yang dianut manusia dewasa ini. Aliran kepercayaan,aliran kebatinan ,aliran pemujaan atau yang dikenal dalam ilmu social dengan istilah occulitisme juga banyak ditemukan dikalangan masyarakat modern.hampir setiap agama terpecah pula kepada mazhab,aliran atau sekte yang lebih banyak lagi dari agama yang biasa dikenal.kemudian cara menerima dan  menghayatinya juga sangat bragam.kehidupan beragama dewasa ini ada yang dijadikan tempat penyejuk jiwa dan plarian dari hiruk pikuk ekonomi dan social politik sehari-hari.ada pula yang dijadikan sumber motivasi untuk mencapai kehidupan ekonomi dan social politik.disamping ada pula yang dijadikan alasan untuk melancarkan gerakan radikal,seperti pemberontakan terorisme.[3]
 Dan sekarang ini kita seolah dikejutkan dengan penayangan berita ISIS (islamic state of irak and suriah) yang dimana ISIS ini sendiri berusaha melakukan propaganda terhadap masyarakat yang ada di Indonesia bukan hanya itu bahkan video tentang ISIS mengekkusi mati siapapun yang tidak sepaham dengannya pun sudah mulai beredar di media-media social lainnya dan bukan hanya ditelevisi saja.
Mereka mengkafirkan orang-orang yang melakukan dosa besar dan mengkafirkan siapa saja yang menyelisihi mereka dalam kebid’ahannya serta menghalalkan darah dan hartanya. femahaman kelompok ini sebenarnya tidak jauh beda dengan femahaman kaum khawarij, kenapa demikan karena kaum khawarij merupakan kelompok orang yang pertama kali mengkafirkan kaum   muslimin.[4]
Bahkan ISIS dianggap lebih berbahaya ketimbang Al-Qaidah karena mempunyai ribuan personel pasukan perang, yang siap mendeklarasikan perang terhadap mereka yang dianggap bertentangan atau menentang berdirinya negara Islam. Mereka menjadi kekuatan politik baru yang siap melancarkan serangan yang jauh lebih brutal daripada Al-Qaidah. Gerakan revolusi yang mulanya mempunyai misi mulia untuk menggulingkan rezim otoriter ini berubah menjadi tragedi. ISIS menjadi sebuah kekuatan baru yang siap melancarkan perlawanan sengit terhadap rezim yang berkuasa yang dianggap tidak mampu mengemban misi terbentuknya negara Islam. Ironisnya, mereka mengabsahkan kekerasan untuk menindas kaum minoritas dan menyerang rezim yang tidak sejalan dengan paradigma negara Islam. ISIS menjadi kekuatan politik riil dengan ideologi yang jelas dan wilayah yang diduduki dengan cara-cara kekerasan.
 Hampir di setiap media masa bisa dipastikan kita dapat menyaksikan pertunjukan demonstrasi yang dilakukan oleh kelompok islam ini .mereka membawa atribut seperti bendera,pakaian bersorban ,kopiah bahkan pedang,pertunjukan kekuatan dan atribut sangat jelas memperlihatkan identitas mereka. Bahkan gerakann islam radikal atau militant ini semakin menunjukkan gerakan islam militant sebagai basis islam
Di tengah hiruk pikuknya gerakann islam radikal ini , nampakya sudah ada warga Negara Indonesia yang tergabung dalam ISIS (islamic state of Irak and suriah )dan tampakya terus berlanjut sampai sekarang,sebenarnya munculnya gerakana-geraaakan islam mlitan atau radikal di  indoneasia diasebabkan kareana dua penyeab utama.
1.      factor internal umat islam sendri.
dalam diri umat islam sendiri dihat telah terjadi enyimpangan-penyimpangan norma-norma agama.kehidupan umat  islam  telah terasuki cara-cara hidup sekuler yang bertentanan dengan ajaran islam. Oleh sebab itu mereka measa berkewajiban untuk megembalikan  umat islam  ke jalan yang lurus sesuai dengan ajaran otenik Al-quran
2.      Faktor Eksternal umat islam,baik dating dari perlakuan rezim orde baru atas umat islam atau eksploetasi barat atas umat  islam.
Mnculnya gerakan agama-agama baru di Indonesia pada dasarnya juga merupakan bentuk pengambilan keputusan oleh sekelompok orang ,yang merasa dirinya telah memperoleh wahyu dari tuhan dan mengemban tugas untuk menyebarkan ajaran ajaran yang diperolehnya.meskipun ajaran baru sering dianggap bertentangan dengan keyakinan mayoritas masyarakat Indonesia yang sudah “mapan” .alhasiil gerakan protes atau kontra terhaadap munculnya agama baru terebut mnjadi tak terelakkan . beberapa tuduhan dan stigmatiasi pun ikut mewarnai reaksi atas fenomena munculnya agama baru ini,sperti penuduhan terhadap penodaan agama,pelecehan keyakinan ,aliran sesat yang diarang untuk diikuti,dan lain-lain.[5]


Fenomena islami dan islamisme di indonesia sebenarnya bukanlah sesuatu yng baru dan asing yang tidak berakar dalam sejarah gerakan islam,baik pada konteks local maupun global.sebagai sebuah gerakan yang merindukan kmbali kejayan islam,sesungguhnya gerakan ini muncul terutama pada abad XIX ketika terjadi kemunduran dunia islam dan abad XX ketika dunia islam secara keselruhan berhasil di taklukkan oleh imperialism dan kolonialisme barat.dalam kaitn inilah islamis dn ilamisme di Indonesia perlu dilihat huungannya dengan gerakan islam global sekaligus gerakan islam local,yaiu dalam rangka  mendirikan Negara islam.
      Islam radikal sebenarnya mrupakan bentuk ekstrem dari gejala revivalisme ,islam radikal menjelma dalam komitmen yang tinggi tidak hanya  untuk mentranformasi kehidupan individual,tetapi sekligus juga komunal dan social.[6]
Oleh karena itu seiring dengan perkembangan ISIS yang di anggap sebagai kaum yang radikal,militant dan bahkan mendapat julukan menjadi terorisme disini peneliti tertarik untuk meneloti mengenai Persepsi Mahasiswa Iain Mataram Terhadap Penayangan Berita Isis





[1]  Deddy Mulyana, Idi Subandi Ibrahim,Bercinta Dengan Televisi, Remaja Rosdakarya, 1997,hal  37
[2] Drs Haildor ALI Ahmad ,MM . Respon peerintah,ormas dan  masyarakat tehadap aliran keagamaan di Indonesia,Jakarta puslitbang,kehidupan keagamaan 2007,hal1-2
[3] Bustandin Agus.Agama dalam kehidupan manusia.jakarta PT Raja Gafindo persada 2007.hal 5
[4] Syaikh Muustofa Al Adawi,Menyingkap Aliran Dan  Faham Sesat ,Hal 57
[5] M.Mukhsin jamil,M.A,Agama-agama baru di Indonesia,pustaka pelajar 2008. hal 13-14
[6] M.Mukhsin jamil,M.A,Agama-agama baru di Indonesia,pustaka pelajar 2008. Hal 118-119